Panen Raya Padi Varietas Suppadi 56.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai Di wakili Sekretias Agus Winarno, S.Hut., MM . Menghadiri  Kegiatan Panen Raya Padi Varietas Suppadi 56 dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah, sekaligus sebagai bentuk nyata dukungan Pemerintah Kota Dumai dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto.

Kegiatan panen raya ini dihadiri oleh Wali Kota Dumai yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Informasi Teknologi, Ekonomi, dan Keuangan, Bapak Handayani, S.H. Turut hadir perwakilan dari PT Agrosid Manunggal Sentosa, Bapak Tabiruddin, sebagai mitra strategis dalam penyediaan benih unggul dan pendampingan teknis budidaya.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dandim 0320 Dumai, Kapolres Dumai, Kepala Bulog, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Kota Dumai, Direktur BUMD, serta unsur Upika Kecamatan dan Kelurahan Tanjung Penyembal dan Basilam Baru, bersama para petani setempat.

 Kehadiran seluruh unsur ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Penanaman padi pada hamparan ini dilaksanakan pada 28 Oktober 2025, dengan sistem pindah tanam dari persemaian berumur 18 hari. Luas lahan yang dipanen pada hari ini mencapai 1 hektar, menggunakan benih padi hibrida varietas Suppadi 56 hasil kerja sama dan dukungan penuh dari PT Agrosid Manunggal Sentosa. Varietas ini dipilih karena memiliki ketahanan terhadap hama serta potensi hasil yang tinggi.
Berdasarkan hasil pengambilan sampel ubinan yang dilaksanakan bersama BPS pada Rabu, 28 Januari 2026, diperoleh data sebagai berikut:
Luas ubinan: 2,5 meter x 2,5 meter.

Berat ubinan: 4,5 kg gabah kering panen (GKP)
Jika dikonversikan ke skala hektar, hasil tersebut menunjukkan produktivitas sekitar 7,2 ton per hektar. Capaian ini tergolong sangat menggembirakan, mengingat pada hamparan seluas kurang lebih 150 hektar, produktivitas tertinggi sebelumnya hanya mencapai 6,8 ton per hektar dalam kondisi pengairan yang optimal. Bahkan pada kondisi cuaca ekstrem berupa kemarau panjang saat ini, produktivitas kelompok tani masih mampu mencapai angka 7,2 ton per hektar.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa penggunaan benih unggul Suppadi 56, apabila didukung dengan pola pemupukan yang tepat dan manajemen pengairan yang baik, mampu menghasilkan produksi yang optimal. Varietas Suppadi 56 dikenal memiliki potensi anakan yang produktif serta malai yang panjang, dan hasil panen hari ini menjadi bukti langsung keberhasilannya di lapangan.

Melalui kegiatan panen raya ini, Pemerintah Kota Dumai menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah, sekaligus berkontribusi aktif dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai dengan arah kebijakan pemerintah pusat.